DAILYPANGANDARAN – Mantan Bupati Pangandaran, Jeje Wiradinata, memberikan perhatian serius terhadap konflik agraria yang terjadi di wilayah Dusun Cisarua, Desa Langkaplancar, Kecamatan Langkaplancar, Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat.
Konflik yang tengah berlangsung tersebut dilaporkan telah memicu ketakutan serta tekanan psikologis yang signifikan bagi warga setempat, terutama di kalangan petani dan kaum perempuan.
Saat melakukan kunjungan langsung ke lokasi kejadian, Jeje menyatakan keprihatinannya setelah mendengar testimoni warga mengenai dugaan intimidasi. Berdasarkan laporan di lapangan, sejumlah fasilitas pertanian dan hasil perkebunan warga diduga dirusak oleh pihak-pihak tertentu.
“Bagaimana saya mau cari uang Pak kalau karungnya diambil, keretan (sadapan) dipapas, mangkok juga tidak ada. Ini sudah seperti PKI benar Pak,” ujar salah seorang warga saat menyampaikan keluhannya terkait kondisi lahan pertanian mereka.
Selain kerusakan pada pohon dan alat sadapan, warga juga mengaku menerima ancaman kekerasan fisik. Hal ini menyebabkan para petani tidak berani beraktivitas di perkebunan selama beberapa hari terakhir. Situasi tersebut bahkan memicu histeria di kalangan ibu-ibu saat mengadukan nasib mereka kepada Jeje.
Dampak Lingkungan dan Ancaman Krisis Air
Di samping persoalan sosial dan ekonomi, Jeje Wiradinata menekankan bahwa konflik agraria ini membawa dampak sistemik terhadap kelestarian lingkungan. Wilayah Langkaplancar merupakan kawasan penyangga yang krusial bagi ketersediaan pasokan air di wilayah Pangandaran bagian bawah.
“Kepedulian saya adalah ini persoalan lingkungan. Langkaplancar ini daerah penyangga kebutuhan air yang ada di bawah (Pangandaran). Kalau di sininya gundul dan reboisasinya tidak berjalan, maka akan habis. Ini akan sangat berpengaruh pada ketersediaan air di bawah, seperti ke Green Canyon dan lain sebagainya,” papar Jeje saat memberikan keterangan di Dusun Cisarua.
Desakan Mediasi kepada Pemerintah dan Aparat Penegak Hukum
Mencermati situasi yang menghambat roda perekonomian warga serta adanya ancaman kerusakan ekologis, Jeje mendesak otoritas berwenang untuk segera mengambil langkah konkret guna menengahi konflik tersebut.
Ia berharap Pemerintah Kabupaten Pangandaran, Polres Pangandaran, Kodim, serta pemangku kepentingan lainnya dapat segera menginisiasi dialog bersama masyarakat dan pihak PTPN untuk merumuskan solusi jangka panjang.
“Melalui media ini, saya berharap pemerintah daerah, Pak Kapolres, Pak Dandim, dan semua pihak yang berkepentingan segera mengambil langkah-langkah yang dipandang perlu. Ini konflik agraria, tengahilah dengan baik. Ajak ngomong kelompok masyarakat dan pihak PTPN. Duduk bersama-sama dengan damai agar warga tidak ketakutan dan bisa kembali beraktivitas,” pungkas Jeje.
Dalam kunjungan tersebut, Jeje Wiradinata juga menyalurkan bantuan dari anggota DPR RI Fraksi PDI Perjuangan, Ida Nurlaela Wiradinata. Bantuan berupa paket sembako dan perlengkapan sekolah tersebut diberikan untuk meringankan beban warga yang terdampak langsung oleh konflik agraria di wilayah Cisarua.





