DAILYPANGANDARAN – Badan Pusat Statistik (BPS) merilis indikator makro sosial dan ekonomi Kabupaten Pangandaran periode 2023–2025. Data terbaru menunjukkan performa ekonomi daerah yang kian solid, diiringi peningkatan kualitas hidup masyarakat dan keberhasilan menekan laju kemiskinan secara konsisten dalam tiga tahun terakhir.
Kesejahteraan Meningkat, Kemiskinan Turun Signifikan
Salah satu capaian paling impresif dari Pemkab Pangandaran adalah penurunan angka kemiskinan yang terstruktur. Pada tahun 2023, jumlah penduduk miskin tercatat sebanyak 36.700 jiwa (8,98%). Angka ini berhasil ditekan menjadi 35.949 jiwa (8,75%) pada 2024, dan kembali turun tajam pada tahun 2025 menjadi 33.090 jiwa, atau setara dengan 8,03% dari total populasi.
Turunnya persentase kemiskinan ini berbanding lurus dengan peningkatan kualitas hidup masyarakat. Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Pangandaran terus merangkak naik dari 70,57 (2023), menjadi 71,03 (2024), dan menyentuh angka 71,66 pada tahun 2025.
Peningkatan kesejahteraan ini juga tercermin dari Angka Harapan Hidup yang kini mencapai 75,45 tahun, meningkat dari posisi 74,88 tahun pada dua tahun sebelumnya.
Aktivitas Ekonomi Melesat, PDRB Per Kapita Tembus Belasan Juta
Di sektor riil, roda perekonomian Pangandaran mencatatkan akselerasi yang kuat. Pertumbuhan ekonomi daerah melonjak ke angka 5,64% pada tahun 2025, setelah sempat mengalami perlambatan tipis di angka 5,12% pada tahun 2024.
Secara akumulatif, Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) atas dasar harga berlaku menembus Rp16,76 triliun pada tahun 2025, naik dari Rp15,47 triliun di tahun 2024 dan Rp14,26 triliun di tahun 2023.
Kenaikan nilai output ekonomi ini berimbas positif pada kantong masyarakat, di mana PDRB Per Kapita masyarakat Pangandaran kini melesat menjadi Rp16.758.244,86 per tahun.
Sinyal Waspada: Inflasi dan Tantangan Ketenagakerjaan
Kendati rapor ekonomi daerah didominasi oleh warna hijau, pemerintah daerah tetap menghadapi tantangan domestik yang memerlukan perhatian khusus. Laju inflasi tahunan (year-on-year) pada 2025 merangkak naik ke level 2,67%, setelah sebelumnya berhasil ditekan ke angka 1,94% pada tahun 2024.
Selain itu, sektor ketenagakerjaan memperlihatkan indikasi pengetatan. Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) di Pangandaran terpantau naik tipis dari 1,52% pada 2023 menjadi 1,91% pada 2025. Kenaikan angka pengangguran ini berjalan beriringan dengan penurunan Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) yang turun dari 80,15% menjadi 79,13%.
Melalui kombinasi data pertumbuhan ekonomi yang kuat, peningkatan IPM, serta terkendalinya inflasi di bawah 3%, Kabupaten Pangandaran berada pada jalur transformatif yang tepat untuk memperkuat ekonomi wilayah sekaligus menyejahterakan warganya.
Tugas rumah berikutnya bagi pembuat kebijakan adalah memastikan pertumbuhan ekonomi ini bersifat inklusif guna memperluas lapangan kerja baru.
