DAILYPANGANDARAN – Deburan ombak di kawasan Pantai Barat Pangandaran yang semula menenangkan, mendadak berubah menjadi mencekam pada Jumat (17/7/2026) sore pukul 18.00 WIB. Keceriaan tiga wisatawan yang tengah menikmati momen bermain air seketika sirna saat gulungan arus menyeret mereka ke tengah laut.
Insiden bermula saat Jatmiko, Riyan, dan Mohamad Rizki mencoba menaklukkan ombak dengan papan selancar. Namun, empasan gelombang mengubah situasi menjadi petaka.
Di tengah asyiknya mereka berenang, sebuah hantaman ombak besar datang tanpa peringatan, memutus kendali mereka atas papan selancar yang dibawa.
Kasat Polairud Polres Pangandaran Iptu Anang Tri membenarkan adanya kejadian wisatawan yang berenang di Pantai Barat Pangandaran pada Jumat kemarin. Korbannya tiga wisatawan, dua selamat dan satu masih dalam pencarian.
Ketiga wisatawan itu merupakan warga asal Kabupaten Bandung. Mereka berlibur sejak hari Kamis kemarin. “Pada saat kejadian kondisi sudah mulai malam sehingga kesulitan melakukan pencarian dan dilanjutkan hari ini,” ucap Anang.
Ia mengatakan kronologi kejadian bermula saat ketiga wisatawan, yakni Mohamad Rizki (20), Jatmiko (25), dan Riyan (18) berenang di sekitar Pantai Barat Pos 3 dan 4. Namun, mereka berenang terlalu sore.
“Sehingga saat kejadian sulit melakukan evakuasi. Dari tiga wisatawan dua selamat atas nama Riyan dan Jatmiko, sementara Rizki dalam pencarian,” ucapnya.
Salah satu saksi, Jatmiko, dalam keterangan tertulis menceritakan bahwa kejadian bermula saat mereka bermain selancar. Meski hari sudah mulai sore, mereka tetap melanjutkan aktivitas di air.
“Kejadiannya tadi lagi berenang bertiga. Kami pakai papan selancar, tapi ombak datang sangat deras. Dari situ saya tidak ingat apa-apa lagi sampai akhirnya ditolong oleh nelayan yang kebetulan sedang melintas dengan perahu,” ujar Jatmiko saat memberikan keterangan kepada petugas.
Dalam situasi hidup dan mati itu, Riyan berhasil mengerahkan seluruh tenaganya untuk menepi ke daratan secara mandiri. Namun, nasib berbeda dialami Jatmiko dan Mohamad Rizki. Keduanya sempat terombang-ambing dan kesulitan melawan tarikan arus yang begitu kuat ke tengah laut. Tubuh Mohamad Rizki perlahan menjauh hingga akhirnya hilang ditelan cakrawala.
Beruntung bagi Jatmiko, maut belum menjemputnya sore itu. Seorang nelayan lokal yang tengah melintas melihat lambaian tangan penuh keputusasaan dari tengah laut. Dengan sigap, perahu nelayan tersebut mendekat dan menariknya dari cengkeraman arus.
“Beruntung ada nelayan setempat yang sedang bersiaga di kawasan tersebut dengan sigap memberikan pertolongan kepada saya saat melambaikan tangan meminta bantuan,” ucap Jatmiko.
Kini, suasana di bibir pantai masih diselimuti ketegangan. Meski Jatmiko dan Riyan telah dinyatakan selamat setelah mendapatkan penanganan medis, duka masih menggelayut karena satu rekan mereka belum ditemukan.
Hingga berita ini diturunkan, Mohamad Rizki masih dinyatakan hilang. Petugas gabungan terus menyisir setiap sudut perairan Pangandaran, berpacu dengan waktu dan cuaca demi menemukan keberadaan korban yang hilang ditelan ombak sore kemarin.





