DAILYPANGANDARAN – Momentum peringatan Hari Lahir Pancasila yang jatuh pada setiap tanggal 1 Juni menjadi refleksi mendalam bagi seluruh elemen bangsa, tak terkecuali di Kabupaten Pangandaran. Usai mengikuti upacara, mantan Bupati Pangandaran sekaligus Ketua DPC PDI Perjuangan, Jeje Wiradinata, memberikan catatan kritis serta pesan mendalam bagi generasi muda.
Jeje menyoroti pentingnya penanaman ideologi dan nilai-nilai Pancasila sejak dini melalui jalur pendidikan formal. Ia merefleksikan kerinduan sekaligus kekhawatirannya mengenai keberadaan kurikulum moral yang mengajarkan fondasi sejarah bangsa kepada generasi saat ini.
“Saya tidak tahu di sekolah saat ini apakah masih ada mata pelajaran seperti PMP (Pendidikan Moral Pancasila) atau tidak. Padahal, ini adalah sejarah yang sangat penting, sejarah tentang awal mula berdirinya bangsa ini. Pertanyaannya, apakah hal mendasar ini masih diajarkan atau tidak kepada anak-anak kita?” ujar Jeje, Senin (1/6/2026).
Kendati demikian, ia mengapresiasi keberadaan lembaga resmi seperti Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) di tingkat pusat, serta peran aktif pemerintah daerah (Pemda) yang terus berupaya menggelorakan ideologi negara di tengah masyarakat.
Lebih lanjut, Jeje mengingatkan esensi mendasar dari dirumuskannya Pancasila oleh para pendiri bangsa (founding fathers). Menurutnya, sejarah panjang pembentukan dasar negara tersebut bermuara pada satu tujuan mutlak, yaitu menjaga keutuhan bangsa.
“Mengapa hari ini diperingati? Tentu karena ada sejarah besar di belakangnya. Kenapa para founding fathers kita merumuskan Pancasila sebagai dasar negara? Jawabannya jelas, yaitu dalam rangka menjaga persatuan. Persatuan bangsa itulah hal utama yang wajib dipahami dan diresapi oleh generasi muda saat ini,” tegasnya.
Melalui momentum Hari Lahir Pancasila ini, generasi muda di Kabupaten Pangandaran diharapkan tidak sekadar menghafal butir-butir Pancasila, melainkan mampu mengimplementasikannya secara nyata dalam kehidupan sehari-hari demi kokohnya NKRI dan eratnya tali persaudaraan sesama warga bangsa.





