DAILYPANGANDARAN – Kondisi kantong parkir di objek wisata Pantai Pangandaran, Jawa Barat, kembali menjadi sorotan. Pasalnya, tata letak kendaraan di kawasan tersebut kini kembali semrawut dan tidak teratur.
Bahu jalan yang dipasangi tanda larangan parkir kini kembali dipadati kendaraan. Padahal, pada libur Lebaran sebelumnya, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pangandaran telah melarang keras penggunaan bahu jalan untuk area parkir.
Sebagai solusinya, pemerintah daerah sebenarnya telah menyiapkan kantong parkir terpusat di eks Pasar Wisata. Namun, fasilitas ini dikeluhkan oleh wisatawan karena jaraknya yang dinilai terlalu jauh dari bibir pantai. Meskipun pengelola telah menyediakan armada shuttle menuju hotel, mayoritas wisatawan tetap memilih memarkirkan kendaraan mereka di lokasi yang paling dekat dengan pantai.
Berdasarkan pantauan di lapangan pada Selasa (7/7/2026) pagi pukul 08.30 WIB, suasana bahu jalan dari Pantai Timur hingga Pantai Barat tampak dipadati kendaraan. Keberadaan water barrier (pembatas jalan) sebagai penyekat jalan pun tak lagi dihiraukan oleh wisatawan.
Ironisnya, tidak terlihat adanya petugas resmi dari pemerintah daerah yang berjaga untuk mengatur arus lalu lintas dan parkir. Padahal, biaya parkir gratis sebenarnya sudah tercantum dan termasuk ke dalam tiket masuk. Akibat ketiadaan pengawasan ini, deretan mobil tampak memanjang di sisi jalan wisata, mengabaikan rambu larangan yang ada.
Seorang wisatawan asal daerah lain, Kurdi Hermawan (44), mengaku sengaja memarkirkan kendaraannya di bahu jalan karena alasan praktis dan dekat dengan bibir pantai. “Kebetulan tidak ada petugas, jadi kami pilih parkir di sini, lebih dekat ke pantai,” ujar Kurdi, Selasa (7/7/2026).
Pemandangan ini berbanding terbalik dengan kondisi area parkir resmi di kawasan eks Pasar Wisata (PW) Pangandaran yang justru terlihat lengang. Hanya tampak beberapa kendaraan roda empat jenis minibus dan bus besar yang memanfaatkan lokasi parkir terpusat tersebut.
Kondisi riil di lapangan ini tentu bertolak belakang dengan kebijakan tegas Pemkab Pangandaran sebelumnya. Bupati Pangandaran, Citra Pitriyami, sempat menegaskan bahwa kendaraan wisatawan tidak boleh lagi parkir di bahu jalan maupun di sepanjang kawasan pantai. Menurut Citra, penataan sistem parkir merupakan salah satu prioritas utama pemerintah demi menciptakan kawasan wisata yang lebih tertib, aman, dan nyaman.
Namun fakta di lapangan pada momentum libur sekolah kali ini memperlihatkan bahwa kebijakan tersebut belum berjalan optimal karena minimnya kepatuhan dari wisatawan.
Dihubungi secara terpisah, Kepala Bidang Tata Kelola Destinasi dan Infrastruktur Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Pangandaran, Irna Kusmayanti, membenarkan bahwa situasi parkir pada musim liburan sekolah kali ini sempat tidak terkendali.
“Kondisinya betul-betul carut-marut. Hal ini terjadi karena petugas di lapangan tidak dikondisikan secara maksimal seperti pada masa libur Lebaran kemarin,” ucap Irna melalui pesan WhatsApp.
Irna menerangkan, volume kunjungan akhir pekan ini sebenarnya di luar prediksi, yakni mencapai 38 ribu wisatawan. Angka ini sebenarnya masih berada di bawah puncak libur Lebaran lalu yang menyentuh 68 ribu pengunjung.
Ia menilai kekacauan ini terjadi karena berkurangnya jumlah personel pengawasan di lapangan, mengingat status libur sekolah sering kali disamakan dengan libur akhir pekan biasa. Selain itu, pihak Disparbud juga menyayangkan sikap para pelaku usaha setempat yang terkesan abai terhadap regulasi yang berlaku.
Lebih lanjut, Irna menyoroti manuver bus-bus besar pariwisata yang memaksa masuk ke jalur pantai sebagai pemicu utama kemacetan. “Seharusnya bus besar pariwisata dan kendaraan besar lainnya diarahkan ke kantong parkir sentral eks Pasar Wisata, tidak dibiarkan masuk ke area pantai karena memicu kemacetan parah,” katanya.
Irna pun mendesak agar segera dilakukan koordinasi lintas sektoral yang lebih solid untuk mengevaluasi manajemen lalu lintas ini. “Tanpa adanya tindakan tegas terhadap parkir liar, upaya pemda untuk memberikan jaminan keamanan dan kenyamanan bagi wisatawan di Pangandaran dipastikan akan terus membentur tembok halangan,” pungkasnya.





